Rahasia Terundurnya Kematian

Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

Apa Tujuan Anda Saat Bersedekah?

Segala sesuatu sangat ditentukan oleh niat, kita sudah mengetahui hal itu. Artinya, nilai dari suatu tindakan sangat bergantung kepada niat atau tujuan kita melakukan tindakan itu. Jika niat kita baik, maka nilai tindakan kita baik dan sebaliknya. Saya juga yakin Anda tidak asing lagi dengan kata sedekah. Bahkan boleh jadi Anda setiap hari bersedekah. Terlebih lagi karena akhir-akhir ini banyak ceramah, artikel, bahkan buku-buku yang membahas tentang sedekah. Pertanyaannya sekarang adalah; apa tujuan Anda saat bersedekah?

Maafkan Aku Ibu

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Webhosting Gratis Terbaik di Indonesia

Satu lagi hosting gratis Indonesia idHostinger hadir memberikan alternatif pilihan kepada para netter atau blogger Indonesia. Fasilitas hosting gratis yang benar-benar semua gratis dan untuk selamanya asal tidak melanggar aturan.

Qurban “YuTimah”

Namanya Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) atau yang terkenal dengan nama BLT yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.

Kamis, 12 Januari 2012

Rahasia Terundurnya Kematian

Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

Suatu hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?” “Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.” “Ada apa dia datang menemuimu?” “Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.” “Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim.

Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah. Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya. Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya. “Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?” “Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.” 

kematian memang di tangan Allah. justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad shalla `alaih bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur

jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…SEDEKAH.
Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda.
Tinggal apakah Anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam kondisi apa ajalnya tiba.

Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang.

(Oleh : Sahabat Muslim )

Apa Tujuan Anda Saat Bersedekah?

Segala sesuatu sangat ditentukan oleh niat, kita sudah mengetahui hal itu. Artinya, nilai dari suatu tindakan sangat bergantung kepada niat atau tujuan kita melakukan tindakan itu. Jika niat kita baik, maka nilai tindakan kita baik dan sebaliknya. Saya juga yakin Anda tidak asing lagi dengan kata sedekah. Bahkan boleh jadi Anda setiap hari bersedekah. Terlebih lagi karena akhir-akhir ini banyak ceramah, artikel, bahkan buku-buku yang membahas tentang sedekah. Pertanyaannya sekarang adalah; apa tujuan Anda saat bersedekah?

Pelajaran tentang sedekah yang disampaikan oleh para guru selalu dikaitkan dengan niatnya. Dulu sekali, ketika sedekah belum sepopuler sekarang; para guru kehidupan selalu mengingatkan agar ketika melakukan sedekah, kita mampu membebaskan diri dari sifat riya, atau ingin dipuji, atau sekedar mengharapkan ucapan terimakasih. Untuk membuat kami memahami apa itu arti riya, para guru mengumpamakannya seperti api yang melahap kayu bakar sampai ludes menjadi abu. Jika api memusnahkan kayu, maka sifat riya menghapuskan pahala atas setiap kebaikan yang kita lakukan.

Guru kehidupan saya juga menjelaskan bahwa setiap perbuatan baik akan dibalas sesuai dengan harapan yang menyertainya. Misalnya, jika kita melakukannya dengan harapan untuk mendapat pujian tadi, maka tentu kita akan mendapatkan pujian itu. Jika kita bersedekah dengan harapan seseorang akan semakin menghormati kita, maka tentu orang yang kita beri sedekah itu akan menghormati kita. Lantas bagaimana jika kita bersedekah dengan harapan supaya menjadi kaya atau lebih kaya lagi? Saya tidak akan memberikan jawabannya karena Anda bisa memperkirakannya. Namun jika Anda belum juga berhasil mendapatkan jawabannya, maka Anda bisa mencarinya didalam banyak artikel atau buku-buku yang dapat dengan mudah Anda peroleh. Saat ini riya sudah tidak lagi menjadi tema penting, karena system nilai kita sudah banyak sekali berubah.

Percayakah Anda kepada para guru zaman modern yang mengajarkan bahwa dengan bersedekah maka harta Anda akan semakin melimpah ruah? Jika bersedekah kemudian Anda mengharapkan untuk menjadi kaya; maka Anda akan kaya? Saya percaya. Mengapa? Karena seperti pesan dari guru kehidupan saya di zaman dahulu; “Temani setiap amal baikmu dengan tujuan dan harapan yang paling baik, karena harapan dan tujuan itu akan mendatangimu persis seperti yang kamu inginkan.” Jadi, saya percaya kepada kata-kata para guru zaman modern Anda; karena saya sangat mempercayai ajaran guru kehidupan zaman dahulu saya. 

Memang guru kehidupan masa kecil saya tidak mengatakan bahwa dengan bersedekah maka kekayaanmu akan semakin bertambah. Namun, beliau menjelaskan bahwa; apapun yang kita harapkan saat melakukan kebajikan akan menjadi kenyataan. Bukankah terserah kita saja mau mengharapkan apa?

“Apa yang engkau harapkan saat engkau bersedekah anakku?” begitu guru kehidupan saya bertanya.

“Apa saja yang terbaik untuk saya, guru,” jawab saya sekenanya saja.

“Apakah yang terbaik untukmu menurut pendapatmu?” beliau meneruskan pertanyaannya. “Saya belum tahu,” hanya itu yang bisa saya katakan.

“Tak seorang pun mengetahui apa sesungguhnya yang terbaik bagi dirinya sendiri, anakku.” Kata guru saya lagi. Menurut pendapat beliau; Tuhanlah yang benar-benar tahu apa yang terbaik bagi seseorang. Kita hanya mengira bahwa menjadi kaya atau bahkan lebih kaya merupakan hal terbaik, padahal belum tentu dimata Tuhan itulah yang terbaik. Sehingga ketika setelah bersedekah itu kita menjadi kaya atau lebih kaya lagi; kita mengira sudah mendapatkan imbalan yang terbaik. Apakah itu salah? Tidak. Sebab seperti yang dikatakan oleh guru kehidupan saya bahwa; setiap harapan yang menyertai amal baik kita, pastilah akan terkabulkan.

Tetapi, jika Tuhan adalah satu-satunya yang paling tahu tentang apa yang terbaik bagi kita, maka bukankah lebih baik untuk menyerahkan kepadaNya saja apapun balasan dari setiap kebajikan yang kita lakukan? Sungguh, Rasulullah telah mengajarkan bahwa Allah adalah pemberi balasan yang paling sempurna. Dan beliau mengingatkan kita akan firmanNya yang mengatakan bahwa; jika seseorang berharap balasan di dunia, maka Tuhan menjamin dia menerima balasan yang sempurna di dunia. Persis seperti yang diinginkannya. Tetapi, bagi siapa saja yang mengharapkan balasannya di akhirat, maka Tuhan menjamin bahwa untuk orang itu ada balasan yang pantas di dunia. Sedangkan diakhirat, dia akan memperoleh hadiah yang khusus disediakan Tuhan hanya untuk mereka yang hanya mengharapkan pahala dari sisiNya. Mengapa Tuhan memberi orang ini balasan di dunia dan sekaligus juga diakhirat? Karena orang ini telah meluruskan niat dan tujuannya dalam bersedekah semata-mata untuk mendapatkan kasih sayang tuhannya. Bukan untuk pujian. Bukan pula untuk sekedar harapan atas bertambah banyaknya harta yang dia punya.

Maka benarlah apa yang difirmankanNya bahwa Allah, Dialah sebaik-baiknya pemberi balasan. Sedangkan sebaik-baiknya amalan? Itu adalah setiap perbuatan baik yang dipersembahkan hanya kepada Tuhan. Sahabat, saudara, dan handaitaulanku; doakan diriku agar sanggup memperuntukkan setiap kebajikan yang mampu kulakukan hanya kepada Tuhan. Terlebih lagi, tolong doakan saya agar terbebas dari niat dan tujuan yang dangkal sehingga saya bisa menggantungkan harapan-harapan yang tinggi dari haribaan Tuhan. Tolong doakan saya. Dan sebelum Anda berdoa untuk saya, ijinkan saya untuk terlebih dahulu mendoakan Anda semua agar menjadi para penggiat sedekah yang didasari oleh niat dan tujuan yang tulus untuk mendapatkan pahala akhirat. Sungguh, akhirat itu jauh lebih indah dari sekedar kehidupan dunia yang hanya sementara ini. Begitulah yang diajarkan oleh Sang Nabi suci. Selamat bersedekah. Dan selamat menabung pahala, untuk bekal kehidupan di akhirat kelak. Insya Allah.

(Oleh : Dadang Kadarusman )

Maafkan Aku Ibu


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Kasih sayang ibu yang secara rutin kita dapatkan tak sadar sering kita lupakan
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa, aku hanya terharu” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Selasa, 10 Januari 2012

Qurban “YuTimah”

Namanya Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) atau yang terkenal dengan nama BLT yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.

Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Rumahnya saja masih berlantai tanah

Minggu, 01 Januari 2012

Webhosting Gratis Terbaik di Indonesia support Cpanel, Auto Installer, PHP dan SQL + Tanpa Iklan

Satu lagi hosting gratis Indonesia idHostinger hadir memberikan alternatif pilihan kepada para netter atau blogger Indonesia. Fasilitas hosting gratis yang benar-benar semua gratis dan untuk selamanya asal tidak melanggar aturan.

idHostinger merupakan cabang Hostinger penyedia jasa hosting gratis dan berbayar terkemuka. Perusahaan berdiri pada tahun 2007 sebagai perusahaan swasta di Texas, Amerika Serikat. Awalnya Hostinger adalah  sebuah perusahaan hosting kecil yang hanya memiliki satu server, dan kini telah menjadi sebuah perusahaan penyedia jasa hosting terkemuka di dunia yang mempunyai lebih 500 server.
Tahun 2011, Hostinger membuka cabang di Indonesia dengan nama idHostinger. Saat ini Hosting Gratis Indonesia idHostinger memiliki lebih 50.000 pelanggan dan mencatat lebih dari 200.000 website aktif di server idHostinger. Lihatwebsite

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More